Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy mengatakan optimisme pelaku pasar terhadap membaiknya laporan keuangan (L/K) tahun buku 2025 dari perusahaan tercatat di pasar modal (emiten) telah mengangkat penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Selain itu, dari mancanegara, menurutnya, harga minyak global yang cenderung stabil di tengah adanya serangan oleh Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan.
“Saya pikir antisipasi L/K tahun 2025 yang lebih baik daripada tahun sebelumnya dan stabilnya harga minyak di tengah serangan AS ke Venezuela,” ujar Budi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Terkait sikap pelaku pasar, menurutnya, saat ini pelaku pasar tengah mencermati pasca serangan AS ke Venezuela, yang berpotensi menimbulkan eskalasi yang meluas dengan keterlibatan negara lain.
“Meletusnya perang antara super power, sehingga orang menjual saham dan beralih ke emas atau mungkin juga kripto, dan melesatnya harga minyak,” ujar Budi.
Sementara itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto optimistis IHSG dapat mencapai level 10.500 sepanjang tahun apabila berkaca dari grafik pergerakannya pada awal tahun ini.
Pewarta: Muhammad HeriyantoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026