Cianjur (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat kuota calon haji asal Cianjur sebanyak 104 masuk dalam daftar reguler yang berhak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun 1447 Hijriah/2026.
Kepala Kantor Kemenhaj Cianjur Rian Fauzi di Cianjur, Senin, mengatakan mekanisme penetapan calon jamaah haji saat ini tidak lagi menggunakan sistem kuota per daerah melainkan berdasarkan kuota provinsi.
"Seluruh proses keberangkatan didasarkan pada nomor urut pendaftaran secara nasional. Daftar calon haji yang berhak melunasi biaya dapat diakses melalui laman resmi Kemenhaj," katanya.
Pihaknya mengimbau calon haji yang namanya sudah tercantum segera mempersiapkan diri, baik dari sisi administrasi maupun kesehatan, agar pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar.
Sedangkan informasi akses calon haji telah disebarluaskan melalui akun media sosial resmi kementerian, sehingga calon haji dapat melihat data dengan cara wajib masuk menggunakan alamat email serta kata sandi yang telah terdaftar sebelumnya dalam sistem.
Kepastian tersebut ungkap dia setelah rilis resmi daftar nama calon haji dikeluarkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, dimana saat ini sudah tidak ada kuota kabupaten atau kota.
"Penetapan keberangkatan murni berdasarkan nomor urut pendaftaran hingga tingkat provinsi, sehingga jangan disalahartikan kalau kuota Cianjur berkurang, karena disesuaikan dengan antrean nasional," katanya.
Dia menjelaskan jumlah calon haji yang berangkat dari satu daerah setiap tahunnya bersifat dinamis dan tidak dapat dipastikan, dimana hal tersebut sangat bergantung pada antrean nasional serta kondisi calon haji yang masuk dalam daftar keberangkatan.
Bahkan, ungkap dia, kemungkinan pada tahun 2027 jumlahnya dapat bertambah menjadi 200 orang atau lebih, tergantung antrean pendaftar bukan karena penambahan atau pengurangan kuota.
"Calon haji yang masuk daftar keberangkatan tahun 2026 mayoritas pendaftar hingga April 2014 yang sebelumnya belum diberangkatkan, dimana masa tunggu haji di Cianjur lebih singkat dibandingkan daerah lain, karena sebagian besar pendaftar yang masih menunggu dari tahun 2015," katanya.
