Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyebut telah menyiapkan delapan unit pompa untuk menyedot air banjir dari wilayah permukiman Dayeuhkolot ke aliran Sungai Citarum.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di Bandung, Jumat, mengatakan bahwa debit air yang tinggi di Sungai Citarum menjadi kendala pengoperasian pompa.
"Sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan pompa tersebut. Namun permasalahannya, permukaan air sungai masih tinggi. Jadi kita harus menunggu air sedikit surut sebelum pompa dapat dioperasikan," ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa pihaknya senantiasa melakukan monitoring terkait rangkaian bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak Kamis malam di wilayahnya.
"Monitoring terus dilakukan hingga menjelang subuh dan sampai sekarang karena situasinya cukup parah. Bahkan menurut laporan, di sini ada yang terdampak hingga ketinggian 1,5 meter," tambahnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana menyampaikan bahwa pihak akan segera melakukan rapat koordinasi untuk menindaklanjuti terkait upaya mengatasi bencana tersebut.
Rapat tersebut juga akan menentukan apakah status tanggap darurat perlu diberlakukan dengan melibatkan unsur forkopimda dan aparat terkait lainnya.
"Untuk hal itu (penetapan status bencana) siang ini kita akan melakukan rapat terkait penentuan tindak lanjut dengan forkopimda dan aparat lainnya," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menambahkan terdapat beberapa titik bencana longsor selain banjir yang terjadi.
