Kota Bandung (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Jawa Barat (Jabar) memastikan ketersediaan beras mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayahnya hingga akhir tahun 2025.
Pimpinan Perum Bulog Jabar Nurman Susilo menyebutkan per hari ini stok beras yang dikuasai oleh Bulog Jabar mencapai 590 ribu ton dan cukup aman untuk kebutuhan hingga akhir Desember 2025.
“Publik Jawa Barat jangan panik. Stok beras sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga akhir tahun ini,” kata Nurman di Bandung, Jumat.
Nurman memastikan Bulog Jabr tidak memerlukan impor beras saat ini karena kapasitas cadangan yang ada mampu mendukung berbagai program pemerintah, seperti bantuan pangan, penanganan bencana, dan intervensi pasar.
Nurman mengaku pihaknya juga menggelontorkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui berbagai saluran distribusi.
“Bulog Jabar telah menyalurkan sekitar 59 ribu ton beras SPHP ke pasar sepanjang tahun ini,” katanya.
Selain itu, bantuan pangan untuk sekitar 3,3 juta warga Jawa Barat juga terus disalurkan. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi Oktober dan November 2025.
Nurman menambahkan Bulog terus memperkuat manajemen logistik dan distribusi agar pasokan beras merata hingga ke wilayah pesisir dan perbatasan.
