Bandung (ANTARA) - Direktorat Siber Kepolisian Daerah Jawa Barat menekankan pentingnya pendidikan privasi digital sejak sekolah sebagai langkah awal untuk menekan meningkatnya risiko pelanggaran di tengah masifnya penggunaan perangkat dan layanan berbasis internet.
Kepala Subdit 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar AKBP Irwandhy Idrus di Bandung, Jumat, mengatakan bahwa upaya mitigasi tidak dapat hanya bergantung pada penegakan hukum, melainkan harus diimbangi dengan pembentukan perilaku aman di ruang siber melalui edukasi yang lebih awal dan berkelanjutan.
“Salah satu hal yang penting untuk disimak adalah minimnya pendidikan siber di sekolah dan masyarakat. Murid-murid jarang membahas privasi digital dan etika dunia maya, padahal mereka sangat aktif di media sosial,” katanya dalam acara Jumatkamisae oleh Diskominfo Cimahi dengan tema Data Pribadi Bukan Konsumsi Publik: Peran Penegak Hukum dalam Melindungi Privasi Digital.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fenomena yang semakin meningkat saat ini adalah eksploitasi anak dan pelecehan melalui media sosial, aplikasi obrolan, hingga media gim online yang seringkali memberikan ruang interaksi yang privat bagi para penggunanya.
Dirinya menekankan bahwa pihaknya sudah menyiapkan komponen hukum yang tepat untuk menangani fenomena sosial di dunia maya.
