Cianjur (ANTARA) - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan perbaikan lima jembatan penghubung antar desa dan kecamatan yang rusak atau putus di sejumlah kecamatan akibat pergeseran tanah.
Kepala Disperkim Kabupaten Cianjur Cepi Rahmat Fadiana di Cianjur, Selasa (25/11), mengatakan lima jembatan putus atau rusak terdapat di wilayah utara, Kecamatan Gekbrong dan tiga lainnya di wilayah selatan termasuk jembatan gantung di Kecamatan Tanggeung.
"Proses perbaikan sedang berjalan agar aktivitas warga tidak terhambat terutama perekonomian, proses penanganan dan perbaikan setelah kami mendapat laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur," katanya.
Dia menjelaskan setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung ke lapangan, di mana tim teknis melakukan survei, membuat desain, hingga merumuskan rencana biaya (RAB) sebelum berkas dikembalikan ke BPBD untuk proses lebih lanjut.
Setelah anggaran tersedia langsung dilakukan perbaikan dan pembangunan kembali jembatan penghubung utama antar desa dan kecamatan yang putus akibat bencana alam tanpa menunggu proses yang cukup lama karena sifatnya mendesak.
“Penanganan cepat dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terhambat apalagi sampai terisolir, penanganan jembatan rusak dan putus akibat bencana ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun," katanya.
