Bandung (ANTARA) - PT Bio Farma menggelar kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program rehabilitasi lingkungan dengan menanam 5.000 batang bibit mangrove di Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kepala Departemen TJSL Bio Farma Guruh Susanto mengatakan tersebut dilakukan di kawasan konservasi mangrove Bio Farma sekaligus pembangunan lima fasilitas penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Guruh dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat.
Guruh mengatakan Bio Farma juga menyediakan perlengkapan kesehatan dasar seperti kotak P3K, alat pemeriksaan dan obat-obatan yang akan dimanfaatkan melalui pembentukan Rumah Sehat bagi Masyarakat.
“Program TJSL kali ini turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta vaksinasi tetanus massal bagi warga pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan nelayan dan pekerja lapangan,” katanya.
Guruh menyebut program tersebut sebagai komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia menambahkan kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait air bersih dan sanitasi layak, ekosistem laut, serta kesehatan dan kesejahteraan yang baik.
“Sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci agar manfaatnya berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai program ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengelolaan mangrove berkelanjutan, seperti pengembangan produk olahan mangrove dan ekowisata edukatif.
“Bio Farma menegaskan kembali perannya sebagai BUMN yang terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan sosial dan lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan,” kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bio Farma gelar TJSL dengan tanam 5.000 mangrove di Karawang
