Bandung (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menghadirkan terobosan aplikasi Sistem Pengawasan Digital Partisipatif (Siwasdatif) sebagai terobosan baru untuk melibatkan publik secara langsung dalam pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Kepala Sekretariat Bawaslu Jabar Widodo Wuryanto mengatakan langkah ini menandai babak baru dalam digitalisasi pengawasan kepemiluan, di mana masyarakat tak lagi hanya menjadi penonton proses demokrasi, melainkan mitra aktif pengawasan.
"Siwasdatif lahir dari kebutuhan akan sistem yang menjembatani partisipasi publik dalam memastikan data pemilih tetap akurat dan mutakhir. Masyarakat kini bisa ikut mengawasi, cukup lewat genggaman tangan," ujar Widodo yang juga menjadi Project Leader pengembangan aplikasi tersebut di Bandung, Jumat.
Melalui Siwasdatif, warga dapat melaporkan secara seketika (real time) dugaan ketidaksesuaian data pemilih, seperti data ganda, pemilih tidak memenuhi syarat, atau perubahan status kependudukan.
Laporan itu kemudian langsung terhubung ke sistem Bawaslu dan dapat dipantau perkembangannya melalui fitur status laporan dan dashboard analitik.
Aplikasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan klasik soal akurasi dan transparansi data pemilih, yang selama ini kerap menimbulkan polemik menjelang pemilu.
"Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan dalam memastikan integritas data pemilih yang menjadi fondasi demokrasi kita. Melalui Siwasdatif, kami ingin menghadirkan wajah baru pengawasan yang lebih modern dan kolaboratif," ucap Widodo.
Siwasdatif yang diluncurkan Kamis (6/11), kata dia, merupakan bagian dari proyek perubahan bertajuk Strategi Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.
Proyek ini, digagas Bawaslu Jabar sebagai upaya mendorong keterlibatan aktif publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.
Peluncuran sistem ini menegaskan arah baru Bawaslu Jabar dalam memperluas kanal partisipasi warga lewat teknologi.
Tak hanya alat bantu, Siwasdatif digadang menjadi gerakan bersama untuk menjaga integritas demokrasi dari tingkat data.
"Kami percaya, pengawasan terbaik lahir dari kolaborasi. SIWASDATIF bukan hanya aplikasi, tapi gerakan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi," tutur Widodo.
