Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyebut bahwa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan oleh pemerintah pusat berperan penting dalam mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.
“Bantuan alsintan ini mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan kegiatan budidaya di tingkat petani,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah saat dikonfirmasi di Kuningan, Kamis.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, kata dia, Kabupaten Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai mendekati Rp10 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Ia menyampaikan bantuan tersebut menjadi upaya penguatan mekanisasi pertanian, untuk meningkatkan efisiensi usaha tani serta mempercepat proses tanam dan panen.
Menurut dia, seluruh bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah sentra produksi pertanian di Kabupaten Kuningan.
“Pada penyaluran terbaru, bantuan alsintan diberikan kepada 34 kelompok tani yang tersebar di 34 desa pada 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan,” katanya.
Ia menyampaikan alsintan yang diterima terdiri atas beberapa jenis, yakni combine harvester, crawler traktor, traktor roda empat, traktor roda dua, rice transplanter, hand sprayer, power thresher, pompa air, serta corn sheller.
Selain penguatan mekanisasi, Pemkab Kuningan juga memfokuskan perhatian pada penguatan infrastruktur irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi pangan.
Pada 2025, kata Wahyu, pemerintah daerah melaksanakan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare melalui berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian.
Ia menyampaikan legiatan tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta pembangunan embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian.
