Bandung (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jawa Barat, menggencarkan pengecekan kondisi bangunan sekolah yang dinilai tidak layak digunakan, menyusul ada sejumlah gedung sekolah yang miring dan berisiko.

Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Gufron menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengecekan ulang terhadap kelayakan bangunan sekolah.

“Kami dari Dinas Pendidikan selalu mengingatkan agar dilakukan pengecekan kembali terhadap kapasitas konstruksi bangunan, dianalisis apakah masih layak atau tidak untuk dipergunakan sebagai ruang kelas belajar,” kata Asep di Bandung, Senin.

Baca juga: Ruang kelas SMP Pasundan 1 Bandung ambruk, 6 siswa terluka
Baca juga: Kronologi ruang kelas SMP Pasundan 1 Bandung ambruk

Ia juga meminta pihak sekolah untuk segera mengosongkan sementara bangunan yang dinilai tidak layak demi keselamatan peserta didik.

“Kami selalu meminta dan mengingatkan agar jangan sampai kondisi bangunan yang sudah tidak layak tetap dipaksakan untuk menjadi ruang kelas, karena itu berisiko,” ujar Asep.

Untuk itu pihaknya erus menjalin komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna memastikan bantuan perbaikan sekolah tetap berjalan, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Kementerian, mengingat keterbatasan anggaran di Pemerintah Kota Bandung,” kata Asep.

Asep menegaskan keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Karena itu, lanjut dia, sekolah dengan bangunan yang dinilai tidak layak diminta segera dikosongkan sementara hingga proses perbaikan selesai.

Ia memastikan pengecekan kelayakan bangunan akan terus dilakukan secara bertahap di seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kota Bandung.

Sebelumnya, sebuah ruang kelas VII D Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Pasundan 1  Bandung ambruk hingga menyebabkan enam siswa terluka pada Senin.

Kepala SMP 1 Pasundan Kota Bandung Hasmulyani membenarkan bahwa ruang kelas yang berada di lantai dua mengalami ambruk sekitar pukul 11.00 WIB.

“Ternyata ruangan empat itu kelasnya ambruk. Kebetulan memang ruangan itu adalah ruangan yang seperti biasa kami gunakan sehari-hari,” kata Hasmulyani saat dikonfirmasi.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026