Bandung (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari meminta kualitas bangunan sekolah yang aman dan tahan dari bencana, harus menjadi perhatian pemerintah daerah, menyusul banyaknya atap sekolah di seluruh Jabar yang rubuh.
Pasalnya, kata Zaini, kejadian atap sekolah yang ambruk dengan yang terbaru si SMKN 1 Gunung Putri Kabupaten Bogor, dan juga di SMP Pasundan 1 Bandung, mengakibatkan sejumlah siswa dan siswi mengalami luka-luka.
"Ini adalah bagian dari pelajaran penting tentang konsep sekolah aman, karena kalau bicara sekolah bukan hanya tahan bencana alam ada banjir atau gempa dan juga angin puting beliung, tapi juga juga terkait keamanan bangunannya," ujar Zaini saat dikonfirmasi di Bandung, Selasa.
Baca juga: Ruang kelas SMP Pasundan 1 Bandung ambruk, 6 siswa terluka
Baca juga: Kronologi ruang kelas SMP Pasundan 1 Bandung ambruk
Baca juga: Kelas SMP Pasundan 1 Bandung ambruk, Disdik buka suara
Zaini juga mendorong agar Pemerintah Provinsi Jabar bisa melakukan evaluasi menyeluruh mengenai aspek-aspek tersebut. Jangan sampai, kata dia, tidak ada hujan dan angin, bangun sekolah ambruk secara tiba-tiba.
"Termasuk juga yang harus dilakukan adalah evaluasi secara nyata fisik gedung yang harus rutin dilakukan agar kejadian seperti iru tidak terulang. Nah, yang ke depan yang harus dilakukan itu," ucapnya.
Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Barat ini pun mendorong agar kondisi bangunan sekolah dilakukan pengecekan secara berkala oleh semua tingkatan pemerintah, mengingat kualitas bangunan sudah masuk dalam proses akreditasi.
"Itu salah satunya adalah fisik bangunan yang dicek secara berkala gitu. Dan ini juga bukan hanya pemerintah Provinsi yang harus dipadukan tentu dengan pemerintah pusat karena keterbatasan anggaran," katanya.
Zaini pun mendorong pemerintah bisa secara cepat menangani sekolah yang rusak, dengan harapan para siswa-siswi bisa kembali bersekolah dan bisa kembali belajar dengan normal.
"Dan saya mendorong pada pemerintah provinsi khususnya Dinas Pendidikan agar segera menangani terkait dengan kejadian seperti yang terjadi pada saat sekarang," ujarnya menambahkan.
