Bandung (ANTARA) - Lomba Kompetensi Pengolahan dan Rekayasa (Lokoper) 2025 menarik perhatian 225 tim pelajar se-Jawa Barat untuk menampilkan ide-ide kreatif mereka di SMP Negeri 9 Kota Bandung.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin dalam siaran persnya, Senin, menyebutkan Lokoper bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta ruang kolaborasi bagi siswa dan guru dalam bidang pengolahan dan rekayasa,” katanya.
Lokoper 2025 digelar atas inisiatif Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya Kota Bandung yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi dan kreativitas pelajar di tingkat SD dan SMP.
Erwin menegaskan, pendidikan tidak berhenti pada hafalan, melainkan bagaimana ilmu dapat diubah menjadi karya dan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat menuntut ilmu dengan niat baik serta menghargai proses belajar sebagai bekal menjadi generasi tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Ajang ini menghadirkan empat bidang lomba, antara lain rekayasa, pengolahan, kerajinan, dan budidaya.
Tujuannya adalah menciptakan sarana bagi pelajar SD dan SMP untuk mengasah kreativitas, kolaborasi, dan keterampilannya dalam menciptakan karya inovatif.
Selain itu, Erwin juga mengapresiasi para guru dan pembimbing yang terus menumbuhkan semangat berinovasi di sekolah serta berharap kegiatan seperti Lokoper terus berlanjut untuk mencetak generasi cerdas, mandiri, dan berprestasi.
Setelah melalui tahap penyisihan dan semifinal, sebanyak 82 tim lolos ke babak final yang akan digelar pada 8-9 November 2025 di SMP Negeri 9 Kota Bandung.
Kegiatan ini turut didukung oleh Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah (KPPD), Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Universitas Pasundan, serta sejumlah sponsor swasta.
