Garut (ANTARA) - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Aten Munajat menyatakan keberadaan madrasah diniyah harus diperkuat di masyarakat sebagai upaya membentuk karakter anak menjadi lebih baik selain mendapatkan pendidikan di sekolah formal.
"Kami ingin madrasah diniyah tidak hanya diakui secara moral, tapi juga secara kelembagaan karena perannya besar dalam pembentukan karakter anak-anak," kata Aten Munajat di Garut, Selasa.
Ia menuturkan sebelumnya Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Jabar menerima audiensi Forum Madrasah Diniyah (F-Madinah) yang menyampaikan aspirasi tentang pentingnya dukungan pemerintah terhadap madrasah diniyah.
Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua Fraksi Zaini Shofari, Sekretaris Arief Maoshul Affandy, dan jajaran membahas tentang peran penting madrasah diniyah di masyarakat untuk membentuk karakter anak.
"Aspirasi itu di antaranya tentang perlunya pendidikan karakter berbasis keagamaan bagi lulusan sekolah dasar yang akan melanjutkan ke jenjang menengah," katanya.
Ia menyampaikan aspirasi yang disampaikan F-Madinah itu karena saat ini menilai banyak anak usia dini yang kurang memahami dasar-dasar ilmu agama, untuk itu peran madrasah diniyah dan pesantren harus semakin diperkuat.
Fraksi PPP DPRD Jabar, kata dia, telah menerima aspirasi tersebut yang selanjutnya berkoordinasi melalui anggota Komisi V DPRD Jabar untuk memperkenalkan forum tersebut sebagai organisasi yang menghimpun madrasah diniyah di Jabar dan menjadi mitra kerja Kementerian Agama.
"Kami berkomitmen untuk mendampingi eksistensi madrasah diniyah dengan mendorong kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel," katanya.
Ia menegaskan persoalan yang akan menjadi pembahasan yakni terkait waktu belajar lima atau enam hari sekolah agar siswa tetap ada waktu untuk mengikuti pendidikan di madrasah diniyah pada sore hari.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026