Kota Bogor (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cijayanti 2 Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor, sejak beroperasi 15 September lalu, tidak ada keluhan atas kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG Cijayanti 2 di Kecamatan Babakan Madang setiap hari menyajikan sebanyak 3.297 porsi kepada para siswa di 23 sekolah tingkat SD hingga SMA sederajat dan posyandu bagi ibu hamil serta anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kepala SPPG Cijayanti, Savira Hazra dalam wawancara dengan Antara di Bogor, Kamis, mengaku bersyukur sejak beroperasi 15 September lalu, seluruh proses, dari pemilihan dan pengadaan bahan baku hingga evaluasi setelah menu MBG terdistribusi ke para penerima manfaat Program MBG, seluruhnya berjalan sesuai perencanaan untuk pelayanan yang baik dan lancar.
"Alhamdulillah, tidak ada kekurangan, tidak ada keterlambatan," kata Savira.
Pihaknya selalu menanyakan kepada pihak-pihak penerima manfaat mengenai kualitas menu dan layanan yang diberikan oleh SPPG Cijayanti 2.
Di Desa Cijayanti terdapat tiga SPPG, yakni SPPG Cijayanti Babakan Madang 2 yang telah beroperasi lebih dari delapan bulan. Kemudian, SPPG Cijayanti 2 yang beroperasi sejak 15 September lalu, dan SPPG Kementerian Polkam yang peletakan batu pertama pembangunannya dilakukan oleh Wakil Menko Polkam Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus pada 7 Agustus 2025, dan ditargetkan selesai setelah 45 hari pembangunan.

Savira menyatakan bahwa keberadaan SPPG Cijayanti juga membawa manfaat bagi warga setempat, menggerakkan roda perekonomian di daerah tersebut, dan bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih serta sejumlah UMKM dalam pengadaan bahan baku, serta peralatan atau kelengkapan SPPG.
Ia menyebutkan sebanyak 47 petugas yang bekerja di SPPG Cijayanti dan sebagian merupakan warga setempat, sehingga membuka lapangan kerja baru untuk bekerja di SPPG Cijayanti maupun untuk para pemasok bahan baku kepada SPPG.
Savira memastikan dari awal penyiapan penyajian menu MBG, dari pemilihan bahan baku berasal dari bahan-bahan yang bagus dan segar. "Prosesnya juga harus higienis," katanya.
