Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, mencatat nilai transaksi saham di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencapai Rp2,39 triliun selama Januari-Juli 2025 atau naik 131 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan pertumbuhan signifikan ini, menjadi indikator meningkatnya optimisme masyarakat di Ciayumajakuning terhadap investasi pada pasar modal.
“Seluruh peningkatan indikator mencerminkan literasi masyarakat tentang pasar modal semakin baik, disertai optimisme yang lebih tinggi untuk berinvestasi,” kata Agus di Cirebon, Jumat.
Selain transaksi saham, ia menyampaikan penjualan melalui Agen Penjual Reksa Dana (APERD) di Ciayumajakuning juga meningkat tajam dengan nilai mencapai Rp315,48 miliar per Juli 2025.
Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, kata dia, capaian penjualan reksa dana tersebut tumbuh 84,76 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut dia, pertumbuhan tersebut dipengaruhi semakin mudahnya akses produk investasi berbasis digital yang ditawarkan kepada masyarakat.
“Produk reksa dana semakin diminati karena mudah dijangkau dan dipahami masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi jumlah investor, OJK mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) di Ciayumajakuning telah mencapai 341,11 ribu per Juli 2025.
“Jumlah itu tumbuh 12,83 persen dibanding Juli 2024. Peningkatan investor ini menurut OJK menjadi bukti bahwa kesadaran berinvestasi di masyarakat terus berkembang,” katanya.
