Dia tidak memfokuskan pengasapan atau fogging karena dinilai hanya langkah darurat ketika ditemukan kasus dan tidak membunuh jentik nyamuk, di mana solusi utama adalah memastikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dari sarang nyamuk dan penerapan PHBS.
Dia menambahkan, sebagian besar kasus ditemukan di wilayah perkotaan dipicu banyaknya sampah yang kerap menimbulkan genangan air terutama setelah hujan turun dengan deras, sehingga sosialisasi dan edukasi lebih ditingkatkan.
"Tahun ini ditemukan sekitar 180 kasus dan kemungkinan akan bertambah, namun upaya pencegahan dapat dilakukan terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan terjadi kasus DBD di wilayah perkotaan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Cianjur gencarkan sosialisasi PHBS tekan kasus DBD
