Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menyita 681 botol minuman keras dan ratusan kantong miras oplosan dari kios berkedok depot jamu di sejumlah wilayah di Cianjur, serta mengamankan 178 knalpot bising.
Kasatnarkoba Polres Cianjur AKP Herman di Cianjur Senin, mengatakan masih banyaknya laporan warga terkait penyakit masyarakat termasuk miras di lingkungan tempat tinggalnya, membuat pihaknya lebih menggencarkan razia dan patroli.
"Laporan masyarakat tidak hanya terkait peredaran miras, obat terlarang dan narkoba, termasuk penggunaan knalpot bising yang masih banyak dipakai pengendara sepeda motor, sehingga razia dan operasi digencarkan setiap hari secara acak," katanya.
Untuk menekan peredaran miras dan penggunaan knalpot bising, pihaknya melibatkan jajaran polsek guna melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik rawan mulai dari utara hingga selatan.
Bahkan razia dan operasi dilakukan pada waktu-waktu tertentu tidak hanya malam hari namun pada siang dan petang, guna menangkap penjual miras yang mulai beralih ke penjualan daring atau online dengan pola kirim dan jemput langsung pada pembeli.
"KRYD yang digelar dan digencarkan bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Cianjur tetap aman, nyaman, dan tertib, dimana pada kegiatan kali ini kami juga mengamankan tiga orang penjual," katanya.
Tiga orang penjual maupun pengedar miras yang berhasil diamankan, tambah dia, diproses melalui penegakan hukum tindak pidana ringan atau tipiring serta diminta menandatangani perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Cianjur menegaskan komitmen untuk terus menekan angka pelanggaran dan tindak kejahatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, sekaligus sebagai bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Kami juga meminta masyarakat untuk tidak menjual dan mengkonsumsi miras, obat terlarang dan narkoba, segera melapor ketika mendapati hal yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal-nya masing-masing," katanya.
