Bandung (ANTARA) - Nonton bareng (Nobar) film Tegar di Cihampelas Walk (Ciwalk), Rabu, membuat haru penonton karena terbawa suasana kisah perjuangan seorang anak disabilitas.

Sejumlah penonton tidak kuasa menahan haru dan tampak meneteskan air mata ketika menyaksikan adegan-adegan yang menyoroti keteguhan Tegar dalam menghadapi keterbatasan yang dimilikinya. Momen itu menciptakan suasana emosional di dalam ruangan, karena kisah perjuangan Tegar seolah memberi pesan kuat tentang keberanian, kesabaran, dan semangat untuk tidak menyerah pada keadaan.

"Sangat terharu melihat perjuangan Tegar ketika dia ingin bersekolah seperti anak lainnya, apalagi ketika Tegar kehilangan seorang kakek yang sangat dia sayangi, membuat saya meneteskan air mata," Kata Sri, salah seorang peserta nobar.

Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama, khususnya kepada para penyandang disabilitas yang kerap menghadapi berbagai keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ada penonton lain yang mengagumi sosok Imam, sosok teman yang menganggap Tegar sebagai temannya tanpa melihat kondisi Tegar seperti apa.

"Imam sosok teman yang menghargai Tegar atas kekurangannya dan menggagap sebagai teman tanpa melihat kondisi Tegar seperti apa," kata Sumiyati.

Ia juga menyampaikan bahwa film Tegar banyak mengajarkan hal penting dalam menghargai sesama tanpa perlu melihat kekurangannya.

Nobar film Tegar ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan ruang apresiasi bagi para penonton, tetapi juga sekaligus bagian dari rangkaian promosi sekuel terbaru berjudul Teman Tegar Maira.

Film lanjutan tersebut dijadwalkan tayang pada tahun 2025 dengan latar keindahan alam dan budaya tanah Papua, yang digarap untuk menghadirkan nuansa segar sekaligus memperluas kisah perjalanan tokoh Utama.

Film Tegar sendiri telah beberapa kali mendapatkan penghargaan di mancanegara. Sejumlah festival internasional memberikan apresiasi atas keberhasilan film ini menyajikan kisah inspiratif tentang perjuangan seorang anak dengan disabilitas.



Pewarta: Arya Muhamad Zaelani (*)
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026