Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang selama ini telah menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan agar para mitra kerja dan masyarakat luas memahami secara komprehensif struktur dan mekanisme pelaksanaan program MBG, sehingga dapat turut serta dalam mendukung keberhasilan di lapangan,” ujar Zainul Munasichin di Sukabumi, Kamis (7/8).
Zainul menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mempercepat keberhasilan program melalui pembentukan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang dijalankan berdasarkan pedoman dan standar yang telah ditentukan. “Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, namun juga diharapkan mampu menjadi pengungkit ekonomi daerah,” lanjutnya.
Satu dapur SPPG diperkirakan dapat membuka lapangan kerja bagi 45 hingga 50 orang, belum termasuk dampak ekonomi dari pengadaan bahan baku yang melibatkan petani, nelayan, hingga koperasi dan BUMDes.
Baca juga: Pemerintah rancang Program Makan Bergizi Gratis untuk tingkatkan perekonomian masyarakat
Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN Ande Citra Restiawan menjelaskan sasaran program MBG dibagi ke dalam dua kelompok utama yaitu peserta didik dan non-peserta didik.
“Untuk kelompok peserta didik, penerima manfaat meliputi siswa dari jenjang PAUD hingga sekolah adat, sementara non-peserta didik mencakup ibu hamil, menyusui, dan balita,” ucap Ande Citra.
Satu dapur SPPG akan melayani sekitar 3.000 hingga 3.500 penerima manfaat. Bagi peserta didik, makanan bergizi akan disediakan setiap hari selama hari sekolah, sedangkan untuk kelompok non-peserta didik, makanan akan diberikan dua kali per minggu melalui kolaborasi antara Posyandu dan Puskesmas.
“Tujuan utama dari program ini adalah untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang optimal. Di sisi lain, program MBG juga membuka peluang kerja dan meringankan beban pengeluaran keluarga, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah,” sambung Ande.
Senada, Yasmien Nuur Ditrie yang juga perwakilan BGN menekankan bahwa program MBG memiliki tiga misi utama, pertama adalah membentuk kebiasaan konsumsi makanan bergizi yang sehat dan seimbang di masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap makanan instan. "Kedua adalah meningkatkan literasi gizi di kalangan keluarga dan anak-anak melalui pendekatan edukatif yang melibatkan sekolah dan media informasi, ketiga menjadikan gizi sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal,” papar Yasmien.
Lebih lanjut, Yasmien juga menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak dalam menjalankan program ini. Di sisi lain, tenaga kesehatan dan pendidikan turut berperan dalam mendampingi serta mengintegrasikan materi gizi dalam kurikulum pembelajaran. Orang tua juga memiliki peranan vital dalam membentuk kebiasaan makan sehat di rumah.
Kesuksesan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disediakan tetapi juga dari kesadaran kolektif semua pihak untuk membangun budaya makan sehat dan bergizi yang berkelanjutan. Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, program ini diyakini akan membawa manfaat besar dalam membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Polrestabes Bandung membangun SPPG untuk dukung program MBG
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis bentuk kepedulian pemerintah untuk sejahterakan masyarakat
