Bandung (ANTARA) - Ketua DPP Apindo Jawa Barat Ning Wahyu Astutik menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, karena visi besar itu tidak otomatis terwujud, tapi harus dikejar.
Di sela rangkaian Rakerkonas Ke-34 Apindo di Bandung, Senin, Ning menegaskan untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, butuh kecepatan beradaptasi dan keberanian menyusun ulang strategi menghadapi perubahan global yang semakin dinamis.
Menurut dia, transformasi ekonomi tidak bisa dijalankan sendiri saja, oleh pemerintah atau pengusaha besar semata, tetapi harus melibatkan semua elemen termasuk di dalamnya pelaku UMKM, akademisi,l dan media.
"Indonesia Emas tidak akan datang menunggu kita. Kita yang harus mengejarnya. Dan untuk mencapainya, tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat,l dan media," ujar Ning.
Ia juga menegaskan dibutuhkan perubahan pendekatan yang dilakukan untuk menjawab tantangan masa depan.
"Harus diingat, 'What brought us here, cannot bring us there'. Harus berubah, karena strategi lama tidak bisa lagi menjadi andalan dalam menjawab tantangan masa depan," ucapnya.
Terkait Rakerkonas Ke-34 Apindo di Bandung, Ning menyampaikan rasa bahagia dan bangga sebagai tuan rumah dengan membawa semangat "Indonesia Incorporated" yang mendorong sinergi antara pusat dan daerah, pelaku usaha besar dan kecil, dalam satu gerakan ekonomi yang inklusif dan kolaboratif disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi.
"Gelaran tahun ini yang berbeda bukan hanya secara geografis tetapi juga dalam pendekatan dan tantangannya. Tantangannya berbeda, pendekatannya pun harus berbeda. Semangat 'Incorporated' bukan sekadar jargon tapi strategi bersama. Di mana semua elemen harus bergerak dalam satu irama untuk mendorong UMKM naik kelas dan kita semua menyambut tantangan global," ujarnya.
Rakerkonas Ke-34 Apindo ini, diawali oleh Apindo Expo & UMKM Fair 2025 yang menampilkan lebih dari 30 booth UMKM dari berbagai sektor serta menghadirkan diskusi strategis tentang pembiayaan, digitalisasi, ESG, hingga ekspor UMKM.
Kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan offtaker juga menjadi agenda utama, sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian dan daya saing pelaku usaha lokal.
Selain itu, dalam rangkaian acara Rakerkonas ini, dilakukan juga MoU dan launching program penguatan bank sampah berbasis UMKM.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026