Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat kekurangan 15 orang tenaga medis khususnya dokter spesialis guna memenuhi pelayanan kesehatan di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik pemerintah, meski sudah membuka lowongan sejak tahun 2024.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Yusman Faisal di Cianjur, Kamis, mengatakan kebutuhan mendesak saat ini dokter spesialis penunjang, sedangkan kebutuhan untuk dokter spesialis dasar sudah mulai terpenuhi.
"Kami meminta RSUD berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk merekrut langsung dokter spesialis sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dimana kekurangannya masih tinggi dari total kebutuhan di empat RSUD," katanya.
Sejak tahun 2024, pihaknya sudah membuka lowongan penerimaan melalui jalur CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) namun hingga saat ini minat dokter spesialis yang mendaftar masih sangat minim.
“Karena sulitnya mendapatkan dokter spesialis membuat kami meminta direktur rumah sakit dengan status BLUD melakukan perekrutan tenaga medis mandiri, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan maksimal,” katanya.
Dia menjelaskan untuk RSUD kelas B seperti RSUD Sayang membutuhkan banyak dokter spesialis guna memberikan berbagai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan karena merupakan rumah sakit rujukan utama di Cianjur.
Sedangkan untuk rumah sakit kelas D minimal dibutuhkan empat spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang, sehingga total kebutuhan prioritas saat ini untuk empat RSUD di Cianjur dibutuhkan sekitar 15 orang dokter spesialis.
Kabupaten Cianjur tambah dia, termasuk daerah yang masih memiliki banyak persoalan di sektor kesehatan terlebih untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan yang masih berada di peringkat tiga terbawah di Jabar.
"Kami berharap kebutuhan dokter spesialis dapat terpenuhi di tahun 2025, sehingga berbagai pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara maksimal di setiap RSUD yang ada di Cianjur," katanya.
