Berbeda dengan ekspor, dibandingkan April 2025, Jawa Barat mengalami penurunan impor pada Mei 2025 sebesar 0,82 persen dengan nilai impor mencapai 1,03 miliar dolar AS.
Penurunan juga terjadi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 7,14 persen dibandingkan Mei 2024. Dan secara akumulasi Januari-Mei 2025 nilai impor mencapai 5,01 miliar dolar AS atau turun 2,09 persen dibandingkan periode yang sama 2024 yang mencapai 5,12 miliar dolar AS.
"Dilihat dari struktur penggunaannya, impor terbesar adalah bahan baku/penolong sebesar 79,94 persen, barang modal sebesar 11,33 persen dan barang konsumsi sebesar 8,73 persen. Sementara dari golongan barang, impor terbesar sepanjang Januari-Mei 2025 adalah mesin dan perlengkapan elektrik senilai 666 juta dolar AS, mesin dan peralatan mekanis senilai 435 juta dolar AS, serta plastik dan barang dari plastik senilai 370 juta dolar AS," ujarnya.
Negara sumber impor terbesar masih berasal dari China senilai 1.594 juta dolar AS, Jepang 673 juta dolar AS dan Korea Selatan 612 juta dolar AS.
"Kenaikan ekspor dan turunnya impor ini menyebabkan neraca perdagangan Jawa Barat surplus sebesar 10,39 miliar dolar AS. Jika dirinci menurut negara, kita surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam. Akan tetapi kita mengalami defisit dengan Tiongkok dan Taiwan," tutur Darwis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekspor Jabar pada Mei 2025 capai 3,3 miliar dolar AS
