Bandung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menegaskan bahwa perekonomian daerah ini wajib lari atau harus mencapai pertumbuhan di kisaran 6,5-6,6 persen pada kuartal IV, guna mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,5 persen.
Saat ini, kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, laju pertumbuhan ekonomi Jabar masih berada di angka 5,14 persen, sehingga secara perhitungan kasar, laju pertumbuhan akhir tahun harus lebih tinggi guna menjembatani selisih antara capaian saat ini, dengan target yang ditetapkan.
"Ini adalah hitungan kasar kami. Namun, untuk mengejar target 5,5 persen, pertumbuhan pada triwulan IV memang harus tumbuh lebih tinggi, sekitar 6,5 hingga 6,6 persen," kata Darwis di Bandung, Kamis.
Darwis menegaskan bahwa sektor industri menjadi kunci utama keberhasilan ini, mengingat kontribusinya yang mencapai 40,6 persen terhadap total perekonomian Jawa Barat.
Percepatan aktivitas dan produksi di sektor industri dinilai menjadi penentu utama untuk mendongkrak pertumbuhan sesuai target.
Ia menyambut baik upaya identifikasi potensi industri dan dorongan percepatan produksi yang dilakukan oleh Bank Indonesia Jawa Barat.
"BI membuka mata banyak pihak bahwa produksi harus ditingkatkan. Kalau semua komitmen, target bisa dikejar," katanya.
Selain industri, BPS menilai sektor pariwisata memiliki peran signifikan karena memberikan efek ganda (multiplier effect) ke berbagai sektor terkait, seperti perdagangan, transportasi dan pertanian.
Lonjakan pertumbuhan pada kuartal II lalu, dicontohkannya, dipengaruhi oleh banyaknya hari libur yang mendorong kegiatan wisata.
