Lebih mudah dilakukan
Ide untuk mengikat tali sepatu dan berlari jauh dan berkeringat tidaklah menarik setiap har, terutama jika Anda memiliki pekerjaan yang padat, tugas mengasuh anak, atau tidak suka olahraga kardio yang intens.
Namun, berjalan kaki dapat dimasukkan ke dalam hampir semua rutinitas. Jalan-jalan pagi sebelum sarapan? Selesai. Jalan kaki setelah makan malam di sekitar rumah? Mudah. Jalan kaki singkat saat istirahat makan siang di kantor? Sangat bisa dilakukan.
Resistensi mental saat berjalan kaki lebih kecil karena tidak terasa seperti “olahraga”, melainkan seperti bergerak, bernapas, dan beristirahat.
Konsistensi inilah yang menjadi keajaibannya. Anda bisa jogging selama dua minggu dan menyerah, atau Anda bisa berjalan kaki setiap hari selama bertahun-tahun dan benar-benar melihat hasil yang bertahan.
Baca juga: Jalan 7.000 langkah setiap hari bantu perbaiki kesehatan mental
Lebih baik untuk kesehatan mental
Berlari dan jogging sangat intens. Jantung berdegup kencang, napas menjadi pendek, dan otak masuk ke mode kinerja. Hal itu mungkin berhasil bagi sebagian orang.
Namun bagi mereka yang berurusan dengan stres, kecemasan, kelelahan, atau kelelahan mental, berjalan kaki menawarkan rasa tenang daripada memacu adrenalin. Ini bersifat meditatif, terutama jika dilakukan di ruang hijau.
Anda tidak perlu daftar lagu yang membisingkan telinga. Cukup dengan suara burung, gemerisik dedaunan di bawah kaki, dan pikiran Anda yang mulai rileks.
Banyak terapis bahkan merekomendasikan sesi terapi “berjalan dan berbicara” karena alasan ini-ini membuat orang berada dalam ritme yang merilekskan sistem saraf.
Jadi, jika tujuan Anda bukan hanya kebugaran fisik tapi juga keseimbangan emosional, berjalan kaki bisa menjadi teman terbaik.
