"Kami tetap memberikan pengawasan bagi mereka yang sudah diperbolehkan pulang melibatkan tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas dimana korban keracunan berdomisili," katanya.
Sementara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Kecamatan Cianjur Fakhri Lubis, mengatakan dapur MBG di Kecamatan Cianjur dihentikan untuk sementara setelah puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur mengalami keracunan masal usai menyantap hidangan.
Pihaknya akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa yang mengalami keracunan, setelah keluar hasilnya baru dapat dilakukan langkah selanjutnya apakah di lanjut atau tidak.
"Kalau melihat proses penyiapan MBG di SPPG dapur Kecamatan Cianjur sudah sesuai standar, dimulai dari bahan baku hingga pengemasan menggunakan kotak nasi dari bahan plastik khusus makanan," katanya.
Baca juga: Pemkab Cianjur pastikan warga korban keracunan dilayani maksimal
Baca juga: Puluhan siswa keracunan massal usai santap MBG, Dinkes Cianjur tetapkan KLB
Baca juga: Puluhan siswa MAN 1 Cianjur keracunan massal pasca-santap MBG
