Ia meminta kepada segenap Kepala Daerah seluruh Jateng agar dapat memperhatikan harga di tingkat petani.
Bapanas siap membantu menjembatani agar hasil panen petani Jateng dapat terserap secara optimal.
"Bapak dan Ibu bupati dan wali kota, khusus untuk harga yang di tingkat petani jatuh, kita bisa bantu komunikasi agar para pedagang beras bisa serap di daerah Bapak dan Ibu. Kami bisa mengundang pedagang-pedagang misalnya dari Pasar Induk Beras Cipinang untuk serap di Jateng," ujar Arief.
Arief juga mengimbau pemda untuk bisa menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD), utamanya beras. Kemudian di APBD bisa dianggarkan pula untuk subsidi harga pangan.
"Jadi, itu bisa dipergunakan saat harga pangan sedang meninggi misalnya melalui operasi pasar murah," kata Arief.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengaku bahwa pihaknya siap menjaga kualitas gabah yang dihasilkan petani di daerahnya.
"Pemerintah sudah berupaya untuk menahan supaya harga (petani) tidak turun, harganya dari Rp6.500, tetapi juga harus kita jaga kualitasnya," kata Wagub.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bapanas ajak pemda turut pantau kualitas gabah yang diserap Bulog