Hal ini penting dilakukan agar seseorang yang merasa tertekan, dapat memperoleh dukungan dari orang terdekat atau seorang praktisi kesehatan mental dalam membantu meringankan beban.
"Meningkatkan interaksi sosial, seperti berbuka puasa bersama, mengikuti kajian, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dapat memberikan dukungan emosional yang positif," katanya.
Dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) itu menyampaikan pentingnya menetapkan tujuan yang realistis selama Ramadhan dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Masyarakat diimbau fokus pada pencapaian pribadi yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan.
"Era media sosial seperti sekarang, kasus masalah kesehatan mental itu meningkat. Karena kita membandingkan, melihat unggahan orang lain, kemudian kita membandingkan. Pastikan tujuan realistis dan sesuai dengan diri kita, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain," pungkasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Psikolog bagikan tips jaga kesehatan mental selama Ramadhan
