Teheran (ANTARA) - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih. Militer Iran menyerang kilang minyak dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Haifa, Israel, pada Selasa (10/3) menggunakan gelombang serangan drone.
Serangan balasan ini memicu sirene serangan udara di seluruh wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem, sementara sistem pertahanan udara IDF terus berupaya mencegat rudal susulan.
"Angkatan udara Iran, sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa," kata militer Iran dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah, IRIB.
Baca juga: Masjid Al-Aqsa Ditutup Total Ramadhan 2026: Ibadah Tarawih dan I'tikaf Dilarang
Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan tersebut terjadi dalam beberapa jam terakhir.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal lain dari wilayah Iran menuju Israel dan sistem pertahanan udara secara aktif berupaya mencegat ancaman tersebut.
Seorang koresponden RIA Novosti melaporkan sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan di seluruh wilayah Israel tengah setelah serangan roket terbaru dari Iran, sementara ledakan terdengar di langit yang diduga berasal dari operasi pencegatan rudal.
Menurut sistem peringatan roket Israel, alarm diaktifkan di sebagian besar wilayah Israel tengah, termasuk area Yerusalem serta Tepi Barat.
Pada Senin (9/3), satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka di Israel tengah akibat pecahan roket yang jatuh.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran serang kilang minyak dan tangki BBM Israel
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.