Doha (ANTARA) - Gerakan Ansarullah Yaman, yang dikenal sebagai Houthi, menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab dan dua kapal perusak di Laut Merah dengan pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik, kata Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saria, Selasa.

"Kekuatan rudal dan UAV (pesawat nirawak) Angkatan Bersenjata Yaman melaksanakan dua operasi militer khusus," katanya.

"Operasi pertama menargetkan kapal induk Amerika (Abraham) yang berada di Laut Arab dengan sejumlah rudal jelajah dan pesawat tak berawak saat musuh Amerika sedang bersiap melakukan operasi bermusuhan yang menargetkan negara kami," katanya menambahkan.

"Operasi tersebut berhasil mencapai target, dan berhasil menggagalkan operasi yang dipersiapkan musuh Amerika terhadap negara kami," kata Saria di Telegram.


Israel lakukan pelanggaran hukum internasional
 

PBB menyatakan keprihatinan mendalam atas taktik militer Israel di Gaza dengan memperingatkan bahwa serangan yang sedang berlangsung bisa menjadi pelanggaran sistematis terhadap hukum kemanusiaan internasional.

"Pola serangan menunjukkan bahwa Angkatan Pertahanan Israel secara sistematis telah melanggar prinsip-prinsip dasar hukum kemanusiaan internasional, pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian dalam serangan," kata Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia, Ilze Brands Kehris, dalam sesi Dewan Keamanan PBB mengenai Palestina, Selasa (12/11).

Kehris menuturkan bahwa permusuhan Israel telah menghancurkan infrastruktur sipil Gaza, termasuk tempat-tempat yang berstatus dilindungi berdasarkan hukum internasional, yakni rumah sakit, sekolah, dan layanan vital, termasuk listrik, air, dan saluran pembuangan,



Pewarta: Katriana
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026