Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif untuk membuat rumah singgah bagi pasien dan keluarga sambil menunggu ruang rawat inap kosong karena banyak pasien dari belasan kecamatan yang menjalani perawatan di rumah sakit satu-satunya di selatan Cianjur tersebut.

"Kendala lainnya sebagian besar masyarakat yang datang berobat dari kecamatan lain sulit mendapatkan transportasi sehingga harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk sampai ke RSUD Pagelaran," katanya.

Sedangkan pembangunan rumah singgah tersebut, kata dia, didanai bersama kepala desa di Cianjur, sehingga dapat memudahkan warga agar tidak pulang pergi ketika ruangan penuh dan dapat menunggu di rumah singgah yang terletak di area RSUD Pagelaran.

Baca juga: Kemenkes dukung RSUD Sayang Cianjur jadi bertaraf internasional

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026