Jembatan kereta api terpanjang di Jawa Barat dan rencana reaktivasi jalur KA senilai Rp15 Triliun
- 8 Mei 2025 00:28
Warga berjalan di area Stasiun Tagogapu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (16/4/2025). Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan reaktivasi 11 jalur kereta api diantaranya Banjarjulang, Bandung-Ciwidey, Garut-Cikaceng, Rancaekek-Tanjungsari dan Cipatat-Padalarang guna mempercepat mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pariwisata di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Warga berjalan di rel kereta api non aktif di Stasiun Tagogapu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (16/4/2025). Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan reaktivasi 11 jalur kereta api diantaranya Banjarjulang, Bandung-Ciwidey, Garut-Cikaceng, Rancaekek-Tanjungsari dan Cipatat-Padalarang guna mempercepat mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pariwisata di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Warga berada di Stasiun Tagogapu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (16/4/2025). Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan reaktivasi 11 jalur kereta api diantaranya Banjarjulang, Bandung-Ciwidey, Garut-Cikaceng, Rancaekek-Tanjungsari dan Cipatat-Padalarang guna mempercepat mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pariwisata di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Warga berjalan menyusuri rel kereta api non aktif di Stasiun Tagogapu, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (16/4/2025). Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan reaktivasi 11 jalur kereta api diantaranya Banjarjulang, Bandung-Ciwidey, Garut-Cikaceng, Rancaekek-Tanjungsari dan Cipatat-Padalarang guna mempercepat mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pariwisata di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr