Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengimbau masyarakat di wilayah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seiring cuaca ekstrem yang berpotensi memicu terjadinya bencana alam.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi di Cianjur, Senin, mengatakan selama beberapa hari terakhir hujan deras disertai angin kencang menyebabkan terjadinya bencana alam di sejumlah kecamatan, termasuk banjir di Kecamatan Cibeber dan Cilaku pada Minggu (5/4).
BPBD mencatat banjir yang melanda dua kecamatan menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan jalan utama penghubung Cianjur menuju wilayah selatan dan sebaliknya sempat terputus, namun pada Senin pagi sudah dapat dilalui dari kedua arah.
"Hasil pendataan banjir yang terjadi Minggu malam sempat merendam sekitar 100 rumah lebih di tujuh desa di Kecamatan Cibeber dan sekitar 87 rumah di Kecamatan Cilaku, namun menjelang tengah malam air sudah kembali surut," katanya.
Penanganan bersama petugas gabungan dan relawan, kata dia, dilakukan guna membantu masyarakat membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir, bahkan dipastikan tidak ada warga yang mengungsi di dua kecamatan terdampak.
Seiring tingginya curah hujan pada petang hingga malam, pihaknya menyiagakan petugas dan relawan guna melakukan pengawasan, membuat laporan, dan melakukan evakuasi ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana.
Termasuk melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana dan berkoordinasi dengan aparat setempat.
"Terlebih ketika terjadi bencana alam longsor yang menutup jalan, petugas akan segera melapor ke dinas terkait yang sudah menyiagakan alat berat," katanya.
Berdasarkan informasi BMKG, tambah dia, cuaca ekstrem diprakirakan masih melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat termasuk Cianjur hingga pertengahan April, sehingga berbagai langkah mitigasi terus dilakukan.
"Masyarakat di wilayah rawan bencana, diminta tetap waspada dan jeli membaca tanda alam, segera mengungsi ketika hujan turun lebat dengan intensitas lebih dari dua jam pada malam hari, terutama masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan tebing rawan longsor," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026