Antarajawabarat.com,24/9 - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur, Jabar, menargetkan pembangunan 420 kios darurat di Pasar Inpres Ciranjang, selesai akhir bulan September 2014.
"Saat ini pembangunan kios darurat tersebut, baru mencapai 20 persen," kata Himam Haris, Kepala Disperindag Cianjur, Rabu.
Dia menjelaskan, pembangunan kios darurat Pasar Impres Ciranjang terus dikebut karena pihaknya menginginkan pedagang dapat berjualan kembali dengan nyaman dan tidak menjajakan dagangannya di rek kereta api (KA) Stasiun Ciranjang.
"Kami terus mengusahakan agar mereka cepat kembali berdagang dan berjualan ditempat yang layak. Saat ini pengerjaan bangunan kios darurat baru 20 persen. Kami berharap pekan depan semua kios selesai dibangun," katanya.
Dia menuturkan, pelaksanaan pembangunan dilakukan pedagang yang akan menempati kios darurat itu, tidak melibatkan pihak swasta atau pemborong, namun pemerintah terus memantau pelaksanaan pembuatan kios darurat tersebut.
"Masing-masing kios kami berikan dana sebesar Rp1,5 juta. Dana itu kami berikan langsung pada pedagang untuk membangun kiosnya sendiri," katanya.
Sedangkan jumlah anggaran secara keseluruhan, ungkap dia, sebesar Rp630 juta yang berasal dari APBD Pemkab Cianjur. Sedangkan rencana pembangunan kembali Pasar Inpres Ciranjang yang baru, masih dalam tahap pembahasan.
"Yang terpenting sekarang ini, semua pedagang bisa berjualan dulu dan tidak berjualan di rel kereta. Kalau pembangunan kios darurat selesai, baru kami akan memikirkan rencana selanjutnya," kata Himam.
Fikri
