Bandung, 6/12 (ANTARA) - Tidak kurang dari 25 anggota DPRD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengikuti rapat panitia khusus (Pansus) di sebuah hotel yang terbilang mewah, Sabtu dan (5/12) Minggu, dengan biaya mencapai sekitar Rp150 juta.
Selama dua hari anggota Pansus Reposisi Peraturan dan Tata Tertib DPRD (Tatib) Kabupaten Bandung itu menyelenggarakan rapat di Hotel Khatulistiwa, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Para anggota wakil rakyat Kabupaten Bandung ini, beralasan, rapat di hotel tersebut untuk mengefektifkan waktu dan mencari suasana yang nyaman untuk membahas poin-poin pembahasan
Anggota Pansus, Lina Avianti, Wewen Winarsih, Toriqoh, Minggu, kepada wartawan mengakui rapat di hotel mendorong mereka lebih bisa cerdas dalam membahas poin-poin masalah yang muncul dalam rapat.
Meski demikian, mereka mengaku bukan tidak perduli kepada penderitaan warga korban gempa di Kabupaten Bandung yang kini masih ada yang bertahan hidup di tenda-tenda darurat.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H Toto Suharto, ketika disinggung soal penyelenggaraan rapat Pansus di hotel, dengan enteng menyatakan, rapat Pansus di hotel untuk mempermudah dan memperlancar rapat.
Sebab, menurut Toto, jika rapat diselenggarakan di ruang rapat DPRD Kabupaten Bandung, di Soreang, Kabupaten Bandung, kurang memadai.
Alasan Ketua Rapat Pansus Tatib DPRD, H Achmad Syaefudin, rapat di hotel, karena dua hari itu libur dan rapat reposisi Pansus Tatib, penuh dengan lobi informal untuk mengakomodasi kepentingan seluruh fraksi yang ada.
Meski DPRD Kabupaten Bandung sejak 2 November lalu, sudah rapat paripurna mensahkan alat kelengkapan dewan, dua fraksi, yakni Golkar dan Demokrat, tidak mengakui hasil paripurna tersebut.
Karena itu, kata Achmad, Rapat Pansus di Hotel Khatulistiwa sekaligus sebagai upaya mereposisi Tatib dan alat kelengkapan DPRD Kabupatyen Bandung.
"Mudah-mudahan bisa ada titik temu, dan selanjutnya bisa membahas agenda sidang lainnya,? kata Achmad.***1***
Ayi
(U.PSO-057/C/S005/S005) 06-12-2009 20:15:44
