Cianjur, 11/11 (ANTARA) - Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus berupaya mengembangkan potensi ulat sutera alam.
Kepala Disperindag Cianjur, Moch Ginanjar, Rabu mengatakan kebijakan pengembangan ulat sutra alam merupakan tindaklanjuti surat keputusan (SK) bersama tiga menteri yaitu Menperin, Menhut dan Menkop dan UKM.
Pengembangan sentra industri kecil menengah (IKM) sutera alam di tujuh provinsi, termasuk di Jawa Barat.
Saat ini pengembangan dan peningkatan ulat sutra alam di Cianjur, mulai menunjukan peningkatan signifikan.
Peningkatan pengembangan ulat sutera alam itu, sedikit mengalami kendala, pada permasalahan ditingkat hulu, seperti ketersediaan bahan baku.
Dikatakan, pihaknya membutuhkan kurang lebih 5000 kilogram bahan baku, setiap bulan dan baru tersedia sekitar satu kwintal.
Untuk mengoptimalkan bahan baku, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) serta Perum Perhutani, untuk menyediakan lahan pengembangan ulat sutera.
Data dihimpun, Disperindag Cianjur, telah mengembangkan ulat sutera alam, sejak beberapa tahun terakhir. Diantaranya dengan memberikan pembinaan terhadap kelompok tani murbei di tujuh kecamatan.
Masing-masing di Kecamatan Pacet, Karangtengah, Sukanagara, Cibeber, Takokak, dan Pagelaran. Pengembangan lahan kebun murbei, diharapkan bisa mengubah orientasi ekonomi masyarakat.
Produksi benang sutera alam di Kabupaten Cianjur, kedepannya diharapkan akan bisa lebih menjanjikan. Sebab, menurut Ginanjar, kebutuhan benang sutera, baik dalam skala nasional maupun internasional akan terus meningkat. ***2***
Fikri
(U.K-FKR/B/M019/M019) 11-11-2009 18:12:11
