Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyatakan jajarannya bersama Pemkab Garut terus melanjutkan operasi kendaraan berknalpot bising dengan melibatkan masyarakat agar penertibannya berlangsung lebih maksimal.

"Tentunya kita akan berlanjut terus penertiban knalpot bising karena ini gerakan masyarakat pada intinya masyarakat butuh ketenangan," kata Wirdhanto saat kegiatan rilis akhir tahun wilayah hukum Polres Garut kepada wartawan di Garut, Rabu.

Ia menuturkan program penertiban kendaraan berknalpot bising itu berawal dari keluhan masyarakat yang mengaku tidak nyaman karena maraknya knalpot bising di jalanan.

Baca juga: 600 knalpot bising hasil razia di jalanan dimusnahkan Polres Garut

Keluhan itu, kata Kapolres, kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Garut dan Kepolisian Resor Garut, lalu dukungan dari berbagai organisasi kepemudaan untuk mensukseskan penertiban knalpot bising.

"Kita inisiasi ini, didukung juga oleh beberapa OKP (organisasi kepemudaan), termasuk adanya komunitas kendaraan bermotor," katanya.

Ia menyampaikan gerakan bebas knalpot bising di Garut itu sudah berjalan dua bulan lalu dengan mengerahkan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Garut kemudian dari sejumlah instansi Pemkab Garut.
Selama ini, kata dia, hasil operasi di jalanan telah menyita dan memusnahkan 600 knalpot bising, selanjutnya jajarannya masih terus bergerak untuk menertibkan setiap kendaraan berknalpot bising atau tidak sesuai standar.

"Kami kemarin sudah memusnahkan 600 knalpot bising," katanya.

Baca juga: Petugas razia kendaraan berknalpot bising di Garut

Ia mengungkapkan operasi knalpot bising dinilai efektif dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat karena hasilnya kondisi di jalanan lebih tenang tanpa suara bising dari knalpot kendaraan.

Selain penegakan oleh petugas di lapanga, kata dia, peran masyarakat juga telah cukup membantu dengan banyaknya memasang spanduk bertuliskan menolak keberadaan knalpot bising di lingkungannya.

"Kami anggap ini sebuah gerakan cukup efektif dalam menekan ketidaktertiban masyarakat," katanya.
 

Pewarta: Feri Purnama

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021