Tradisi adat nyangku panjalu

  • Senin, 3 Desember 2018 16:01

Sejumlah warga berebut air bekas pencucian benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora dari Kerajaan Panjalu seusai upacara Adat Nyangku di Alun-alun Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (3/12/2018). Warga percaya bahwa air cikahuripan yang diambil dari 20 sumber mata air yang ada di wilayah Panjalu tersebut dapat mendatangakan keberkahan dan menyuburkan tanaman. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr.

Sejumlah kesepuhan menggendong benda pusaka usai dibersihkan pada upacara Adat Nyangku di Alun-alun Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (3/12/2018). Tradisi nyangku atau pencucian benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu Prabu Sanghyang Borosngora merupakan warisan budaya yang masih dilestarikan dan sudah menjadi tradisi turun temurun warga Panjalu, yang dulunya dipakai sebagai penyebaran agama Islam di Tatar Galuh. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr.

Sejumlah kesepuhan membungkus benda pusaka menggunakan kain kafan usai dibersihkan pada upacara Adat Nyangku di Alun-alun Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (3/12/2018). Tradisi nyangku atau pencucian benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu Prabu Sanghyang Borosngora merupakan warisan budaya yang masih dilestarikan dan sudah menjadi tradisi turun temurun warga Panjalu, yang dulunya dipakai sebagai penyebaran agama Islam di Tatar Galuh. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr.

Berita Terkait