Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mulai memperkuat kolaborasi dengan pihak kampus dan sekolah dalam mendorong penggunaan teknologi pertanian bagi para petani muda.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumedang, Tono Suhartono, mengatakan langkah tersebut bertujuan guna menciptakan regenerasi petani muda yang memiliki kapasitas pemanfaatan teknologi.

“Kita pertama sedang mulai kolaborasi dengan berbagai kampus, terutama petani milenial dan calon petani milenial Gen Z terkait memperkuat kapasitas pemanfaatan teknologi,” ujarnya di Sumedang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa penguatan tersebut diarahkan pada penerapan teknologi pertanian modern melalui digitalisasi serta pemanfaatan energi terbarukan seperti solar cell (sel surya) untuk mendukung aktivitas produksi di lapangan.

“Kita sekarang mengusulkan ke pihak-pihak pusat, contoh Pompai, energi terbarukan dengan menggunakan solar cell, teknologi digitalisasi,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Ia menyebut, pengembangan sektor pertanian di Sumedang ditopang oleh luas baku lahan pertanian (LBP) sekitar 27.278 hektare sebagai basis produksi pangan daerah.

Dari sisi hasil produksi, Sumedang mencatat produksi padi sekitar 294 ribu ton per tahun, dengan kebutuhan konsumsi sekitar 103 ribu ton, sehingga daerah ini mengalami surplus lebih dari 100 ribu ton.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mendorong penguatan nilai ekonomi hasil pertanian melalui peningkatan akses pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan program agar pendapatan petani lebih stabil.

Dia menyebut langkah tersebut menjadi hal yang sangat penting dilakukan karena salah satu tantangan utama regenerasi petani muda sendiri masih berada pengaruh faktor kesejahteraan.

Menurutnya, rendahnya tingkat upah dapat menurunkan minat generasi muda untuk bertahan di sektor pertanian.

“Kalau upahnya masih di bawah standar UMR (Upah Minimum Regional), pasti motivasi untuk bekerja di sektor pertanian berkurang. Kecuali kalau sudah setara UMR, motivasinya pasti tinggi,” ujarnya.

Pihaknya berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan dapat mempercepat regenerasi petani muda di Sumedang secara berkelanjutan.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026