Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memperkuat tindakan berbasis data sebagai komitmen untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat data real-time guna mengawasi kondisi dan memastikan upaya penanganan cepat dalam kondisi rawan.

“Prinsipnya adalah good data, good decision, and good result. Setiap ibu dan bayi berhak mendapatkan keselamatan serta pelayanan terbaik. Jangan biarkan satu nyawa pun hilang akibat keterlambatan yang sebenarnya dapat dicegah,” katanya.

Sebelumnya, pemkab juga telah memperkuat inovasi Sistem Informasi Monitoring Kesehatan Remaja Putri dan Ibu Hamil (SINURMI) yang terintegrasi dengan penggunaan jam tangan pintar untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil secara langsung.

Melalui perangkat itu, tenaga kesehatan dapat memantau indikator vital seperti tekanan darah, denyut jantung, saturasi oksigen, hingga aktivitas fisik, sehingga potensi risiko dapat diidentifikasi lebih cepat.

Adapun lebih dari 1.000 unit jam tangan pintar telah didistribusikan kepada ibu hamil berisiko tinggi untuk mendukung layanan pemantauan kesehatan berbasis digital.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyebut telah terjadi tren penurunan angka kematian ibu dalam tiga tahun terakhir, dari 22 kasus menjadi 21 kasus, lalu turun signifikan menjadi 14 kasus pada 2025.

Adapun angka kematian balita yang sempat meningkat dari 196 kasus menjadi 202 kasus kini kembali menurun menjadi 173 kasus pada tahun ini.

Meskipun demikian, dirinya menekankan bahwa angka tersebut menjadi pemantik agar pihaknya dapat terus dapat menekan angka kematian ibu dan bayi secara maksimal.

“Capaian ini bukan hasil akhir, tetapi justru harus menjadi pemicu agar kita bekerja lebih keras dan lebih terarah, karena setiap kematian ibu dan bayi adalah persoalan serius yang harus dicegah,” katanya.

Dirinya juga meminta forum penggerakan penurunan kematian ibu dan bayi tidak berhenti pada diskusi, melainkan menghasilkan komitmen bersama yang ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terukur di lapangan.

Menurut dia, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh keseriusan, konsistensi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026