Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat layanan kesehatan mental dengan membuka pelayanan psikologi klinis di 12 puskesmas di Kota Kembang itu.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan layanan ini menjadi langkah serius dalam merespons tingginya tingkat stres dan gangguan kesehatan mental yang kini bahkan telah menyasar anak-anak usia sekolah.
“Di setiap UPTD atau puskesmas ini ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12 puskesmas di Kota Bandung,” kata Farhan di Bandung, Rabu.
Farhan mengatakan, layanan tersebut merupakan amanat dari Permenkes Nomor 19 Tahun 2024, yang mewajibkan adanya tenaga psikologi klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Ia menyebut, sebanyak 12 puskesmas tersebut yaitu Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Ibrahim Adjie, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam dan Cipadung.
Ia menjelaskan, setiap puskesmas nantinya akan memiliki satu psikolog klinis yang bertugas menerima layanan konseling setiap hari kerja dengan target mampu menangani hingga 10 pasien.
Menurutnya, layanan ini menjadi kebutuhan mendesak karena gangguan kesehatan mental di Kota Bandung terus meningkat. Bahkan, kasus stres dan tekanan psikologis kini banyak ditemukan pada kelompok usia produktif hingga anak sekolah dasar.
“Salah satu indikator yang menakutkan buat saya adalah percobaan bunuh diri di Kota Bandung, tiap hari ada saja beritanya. Ini harus dicegah dengan sangat serius,” ujarnya.
Menurut dia, pemilihan 12 puskesmas sebagai tahap awal disebut bukan berdasarkan tingkat kepadatan wilayah, melainkan kesiapan fasilitas dan sumber daya kesehatan.
Farhan menjelaskan, ruangan layanan psikologi klinis harus memiliki standar privasi yang tinggi agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkonsultasi.
“Pertimbangan utamanya adalah kesiapan ruang. Untuk psikologi klinis ini tidak boleh sembarangan, privasinya harus sangat kuat,” kata dia.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026