Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat empat kecamatan di Cianjur dilanda bencana banjir akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan pohon tumbang menutup jalan penghubung antar-kecamatan.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Kamis, mengatakan pihaknya sudah mengirim petugas dan relawan ke sejumlah lokasi guna memastikan jumlah rumah terdampak banjir yang melanda Kecamatan Cibeber, Cilaku, Gekbrong, dan Campaka.

Laporan sementara banjir merendam ratusan rumah di empat desa di Kecamatan Cibeber, puluhan rumah di satu desa di Kecamatan Cilaku dan Gekbrong, serta banjir, longsor, dan pohon tumbang melanda dua desa di Kecamatan Campaka.

"Kami masih menunggu data terbaru dari petugas dan relawan di lapangan, dimana banjir melanda empat kecamatan pada Rabu hingga Kamis dini hari, laporan sementara rumah terendam lebih dari 200 rumah di empat kecamatan," katanya.

Ia mengatakan tidak ada warga yang mengungsi karena Kamis pagi air sudah kembali surut, sedangkan pohon tumbang yang menutup jalan penghubung antar-desa dan kecamatan saat ini dalam proses penanganan bersama petugas gabungan TNI/Polri, Damkar, PMI Cianjur, dan relawan.

Tercatat pohon tumbang terjadi di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, dimana proses penanganan masih berjalan dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi tepatnya di Kecamatan Gekbrong yang sudah dapat dilalui kendaraan dari kedua arah pada Kamis pagi.

"Petugas gabungan masih melakukan penanganan di beberapa lokasi kejadian serta melakukan pendataan dampak bencana alam akibat cuaca ekstrem di empat kecamatan," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Cianjur, terutama di titik rawan bencana, meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terutama saat hujan turun deras pada malam hari, segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.

Informasi BMKG, tambah dia, cuaca ekstrem masih akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur selama beberapa hari ke depan, sehingga pihaknya menyiagakan petugas dan 360 relawan yang tersebar di seluruh desa guna melakukan pengawasan dan penanganan cepat.

"Kami siagakan seluruh relawan guna memantau dan melaporkan situasi di wilayahnya masing-masing, termasuk mengevakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026