Majalengka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengerahkan puluhan petugas untuk memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka Gatot Sualeman di Majalengka, Jumat, mengatakan petugas disebar ke 26 kecamatan guna memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Ia menjelaskan setiap kecamatan akan dijaga oleh dua hingga tiga petugas, yang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut, kata dia, dilakukan sejak sebelum penyembelihan atau antemortem hingga setelah penyembelihan atau postmortem untuk memastikan keamanan daging kurban.

“Petugas kami akan mengawal pemeriksaan kesehatan hewan kurban agar masyarakat mendapatkan daging yang sehat dan aman dikonsumsi,” katanya.

Selain menempatkan petugas di tingkat kecamatan, DKP3 Majalengka juga meningkatkan pengawasan di sejumlah pasar hewan strategis dan sentra penjualan hewan kurban.

Ia menyebutkan beberapa lokasi yang menjadi fokus pemantauan meliputi Pasar Hewan Bojong Cideres, Maja, Talaga, serta lapak pedagang hewan kurban skala besar.

Pihaknya menegaskan pengawasan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan menjelang Idul Adha, tetapi berlanjut hingga H+3 setelah pelaksanaan penyembelihan.

Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pangan asal hewan agar tetap sehat, aman, utuh, dan halal (ASUH).

“Pemeriksaan akan terus dilakukan sampai setelah Idul Adha untuk memastikan kualitas daging kurban tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menyampaikan pula upaya pengawasan kesehatan hewan kurban itu, mendapat sambutan positif dari pedagang di pasar hewan karena dinilai meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hewan yang dijual.

Jaka, pedagang sapi di Pasar Hewan Bojong Cideres Majalengka, mengatakan pemeriksaan rutin dari petugas membuat pembeli lebih yakin terhadap kondisi kesehatan hewan kurban.

“Hewan yang telah diperiksa dan diberi penanda kesehatan oleh petugas membuat transaksi jual beli menjadi lebih tenang dan nyaman,” katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026