Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan aktivitas belajar para siswa korban banjir di sejumlah wilayah di Cianjur termasuk di Kecamatan Mande tetap berjalan normal seperti biasa.

Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Kamis, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan langsung untuk mengetahui jumlah siswa terdampak serta kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Pendataan di Desa Jamali, Kecamatan Mande yang dua kali diterjang banjir, terdapat sekitar 32 anak yang terdampak mulai dari PAUD dua orang, SD 18 orang, SMP 10 orang, dan SMK tiga orang.

Bantuan pendidikan yang diberikan dalam bentuk uang kadeudeuh sebesar Rp500 ribu per siswa yang akan digunakan orang tua membeli perlengkapan sekolah termasuk seragam dan sepatu, serta tas dan alat tulis.

“Kami sudah memberikan bantuan uang sebesar Rp500 ribu per siswa diserahkan pada orang tua siswa untuk membeli perlengkapan sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah anak secara langsung," katanya.

Selain fokus pada kebutuhan pendidikan, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis siswa pasca bencana alam, termasuk meminta pihak sekolah aktif memberikan pendampingan dan motivasi agar anak-anak tidak kehilangan semangat belajar.

Pihaknya terus berkomunikasi dengan kepala sekolah dan wali kelas agar memberikan dukungan pada anak didik agar tidak patah semangat karena rumah mereka rusak dan perlengkapan sekolah mereka hilang terbawa banjir.

"Ini merupakan kewajiban bersama untuk terus memberikan motivasi agar anak-anak tetap bersekolah, memastikan kondisi siswa tetap terpantau, kami menggandeng puskesmas guna memastikan kesehatan dan mental siswa didik," katanya.

Hingga saat ini seluruh siswa terdampak masih aktif mengikuti pembelajaran di sekolah masing-masing secara normal, bahkan semangat mereka untuk tetap bersekolah dinilai masih sangat tinggi.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026