Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan mendesak oleh masyarakat saat diberlakukan status tanggap darurat bencana dengan anggaran yang diajukan Rp7 miliar.

"Kebanyakan jembatan, kemudian juga TPT (Tembok Penahan Tanah) yang sarana dan prasarana umum, rumah, semua yang hari ini dominan itu," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana di Garut, Rabu.

Ia menuturkan hujan deras yang mengguyur wilayah Garut menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum dan rumah.

Pemkab Garut menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam sejak 18 April sampai 1 Mei 2026 untuk penanganan cepat dengan sumber anggaran dari biaya tidak terduga (BTT) tahun 2026 dengan permohonan pengajuan Rp7 miliar.

"Kita ajukan Rp7 miliar untuk tanggap darurat ini. Jumlah itu sebetulnya kalau hitung-hitungan kurang, dan jujur kan sebetulnya banyak yang harus dilakukan," katanya.

Dengan keterbatasan waktu masa tanggap darurat selama 14 hari maka pihaknya melakukan skala prioritas penanganan bencana agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, seperti jembatan, TPT, dan rumah.

Ia menyebutkan jembatan yang rusak akibat bencana alam, yakni di Kecamatan Bungbulang terdapat lima tempat, kemudian daerah lainnya seperti Pakenjeng yang jumlahnya 10 jembatan.

"Bungbulang lima (jembatan), belum dari wilayah lain, kurang lebih di angka 10, nanti terakhir hasil evaluasi anggaran untuk masuk ke BTT setelah di-'review' oleh Inspektorat," katanya.

Ia berharap tanggap darurat yang saat ini sedang dilakukan Pemkab Garut dengan anggaran yang diusulkan Rp7 miliar dapat berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditetapkan.

Jika anggaran tersebut tidak cukup dan masih ada yang harus dituntaskan, Pemkab Garut akan mengusulkan bantuan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memiliki anggaran lebih besar.

"Kita lagi cari pola ke BNPB, kalau BNPB kan sifatnya bisa lebih besar, sehingga mudah-mudahan nanti kita lakukan pendekatan ke BNPB," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026