Cianjur (ANTARA) - Perum Bulog Sub-divre Cabang Cianjur, Jawa Barat, menyerap 38 ribu ton gabah petani di tiga wilayah sejak Januari-April, sehingga optimis target serapan gabah tahun 2026 sebesar 49 ribu ton dapat tercapai sebelum akhir tahun 

Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur Yanto Nurdianto di Cianjur, Rabu, mengatakan realisasi penyerapan puluhan ribu ton gabah terdiri dari gabah kering hasil panen petani di tiga wilayah, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi.

Sehingga pihaknya optimis target gabah tahun 2026 sebesar 49 ribu ton dapat tercapai sebelum akhir tahun dengan realisasi di atas 100 persen seperti tahun sebelumnya karena musim panen petani masih ada dua sampai tiga kali hingga akhir tahun.  

"Kami ditargetkan menyerap gabah panen petani di tiga wilayah Cianjur, Sukabumi dan Sukabumi sebesar 49.247 ton, sehingga kami optimis dapat tercapai karena hingga April target sudah mendekati angka 80 persen atau 38 ribu ton," katanya.  

Dia merinci dari penyerapan gabah petani sebanyak 38.982 ton terdiri dari 20.500 ton di wilayah Cianjur dan 17.500 ton dari petani di dua wilayah Sukabumi, dimana penyerapan akan terus dilakukan saat masuk musim panen kedua di wilayah tersebut.  

Target serapan gabah tahun ini, ungkap dia, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 59 ribu ton dimana pada tahun tersebut realisasi melampaui target, sehingga serapan tahun ini diupayakan sama dapat melampaui target di atas 100 persen. 

Untuk menampung gabah petani sebanyak mungkin, tutur dia, pihaknya membeli gabah dengan harga Rp 6.500 per kilogram untuk semua jenis, sehingga dengan harga tersebut tingkat penyerapan gabah terus meningkat seiring meningkatnya hasil produksi petani. 

"Kami juga berharap harga beli yang cukup tinggi dapat mensejahterakan petani di tiga wilayah, sehingga hasil produksi mereka lebih meningkat dengan kualitas tinggi," katanya. 

Dia menambahkan, untuk penyerapan gabah kering dari petani akan terus dilakukan sebanyak mungkin sepanjang tahun 2026, selama hasil panen memadai pihaknya akan terus menampung dengan harga sebesar Rp6.500 per kilogram dimana harga tersebut cukup tinggi seiring daya serap yang terus meningkat.   
 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026