Bandung (ANTARA) - Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kota Bandung mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Lodaya, Jumat (20/3).
“Masjid Raya Mujahidin melaksanakan kegiatan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Lodaya dan sebagaimana yang diperkirakan bahwa perbedaan hari raya menjadikan masyarakat berbondong-bondong datang ke lapangan untuk melaksanakan Shalat Id,” kata Manajer Regional Lazismu Wilayah Jawa Barat sekaligus panitia kegiatan, Sani Sonjaya di Bandung.
Ia menyebut jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang hingga memenuhi area lapangan. Jemaah yang datang tidak hanya berasal dari sekitar lokasi, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar Kota Bandung.
“Kegiatan ini dihadiri sekitar 3.000 sampai 5.000 orang. Jemaah ada dari Lembang, Cimahi, tetapi mayoritas warga Muhammadiyah di sekitar lapangan,” katanya.
Dalam pelaksanaan shalat tersebut, bertindak sebagai khatib adalah Hilman Latief yang merupakan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sementara imam dipimpin Uci Tamara.
Sani menegaskan, meskipun Muhammadiyah melaksanakan Shalat Idul Fitri lebih awal, masyarakat tetap diimbau untuk mengedepankan sikap toleransi.
“Perbedaan ini tentu ada banyak hikmah. Pertama bagaimana kita bisa melaksanakan konsep toleransi di antara umat Islam itu sendiri, kemudian berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana menyampaikan bahwa penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 20 Maret 2026 mengacu pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ia menambahkan, selain di Lapangan Lodaya, pelaksanaan salat Id juga digelar di sejumlah titik lain di Kota Bandung, seperti di Universitas Muhammadiyah Bandung, Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Antapani, serta kawasan Sukajadi.
Iu mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri dan menjaga persatuan.
“Semuanya bisa saling menghargai, saling menghormati apapun keputusannya. Jika memang berbeda, mari jadikan sebagai momen saling menghargai,” katanya.
Ia juga menyebutkan, Muhammadiyah Jawa Barat menyediakan hidangan bagi jemaah setelah pelaksanaan salat Id sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026