Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Muhammad Farhan Bandung mengambil langkah tegas dengan mengaudit keselamatan dan transparansi proyek galian kabel udara yang belakangan dikeluhkan warga karena dianggap membahayakan.
Farhan mengatakan proyek tersebut memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan dan pengerjaan dinilai belum maksimal dalam aspek keselamatan bagi pengguna jalan.
“Ketika galian dimulai, harus jelas kapan selesainya dan kapan ditutupnya. Timeline itu wajib diinformasikan ke media dan masyarakat supaya warga punya ekspektasi,” ujarnya di Bandung, Rabu.
Oleh karena itu, ia memberikan tenggat waktu kepada PT BII dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk segera menyerahkan lini masa kerja yang jelas dan terukur.
Ia meminta setiap lokasi galian memiliki kepastian waktu mulai, target penyelesaian, hingga penutupan kembali badan jalan.
Menurut dia, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak merasa dibiarkan dalam ketidakpastian.
“Dengan adanya batas waktu yang disampaikan secara terbuka, warga dapat memahami jika terjadi kemacetan sementara serta mengetahui kapan kondisi akan kembali normal,” kata dia.
Farhan memastikan Pemkot Bandung akan bertanggung jawab dengan memberikan fasilitas pengobatan di rumah sakit milik pemerintah daerah apabila terjadi korban kecelakaan akibat proyek galian tersebut.
“Korban dapat memperoleh layanan di RSUD Bandung Kiwari atau RSUD Kota Bandung, dengan syarat menunjukkan KTP dan KK Kota Bandung,” katanya.
