Cirebon (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menyebutkan Kelenteng Jamblang di Kabupaten Cirebon, Jabar, merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai historis dalam perjalanan sejarah daerah tersebut.
“Kelenteng Jamblang ini memiliki nilai historis dan tidak terpisahkan dari sejarah Cirebon sendiri,” kata Ono dalam keterangan yang diterima di Cirebon, Jumat.
Ia mengatakan keberadaan kelenteng tersebut tidak dapat dipisahkan dari dinamika sejarah Cirebon, sebagai wilayah yang sejak lama menjadi ruang pertemuan berbagai etnis, budaya, dan agama.
Pihaknya telah melakukan penelusuran sejarah untuk memperoleh gambaran utuh, mengenai latar belakang berdirinya kelenteng, termasuk keterkaitannya dengan aset yang dimiliki.
Ia mengatakan hal tersebut juga berkaitan dengan sengketa lahan pemakaman seluas 7,6 hektare di Kecamatan Klangenan, Cirebon yang saat ini masih bergulir antara Yayasan Dharma Rhakita dan pemerintah desa setempat.
Ia mengatakan penelusuran aspek sejarah diharapkan dapat memberikan gambaran, mengenai asal-usul kepemilikan lahan tersebut.
Salah satu informasi yang diperoleh, kata dia, menyebutkan material kayu yang digunakan di kelenteng memiliki keterkaitan dengan Masjid Sang Cipta Rasa di kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon.
“Berdasarkan informasi, susunan kayu yang dipasang di kelenteng ini dulunya merupakan tiang di Masjid Sang Cipta Rasa Kasepuhan,” ujarnya.
Ono mengemukakan selain struktur bangunan, terdapat pula tulisan menggunakan aksara Mandarin kuno yang diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-18.
Ia menilai keberadaan kelenteng tersebut bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa, tetapi menjadi bagian dari warisan sejarah Kabupaten Cirebon yang perlu dijaga.
Menurut dia, pemahaman terhadap nilai historis tersebut penting agar masyarakat memiliki perspektif menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kawasan kelenteng.
DPRD Jabar, lanjutnya, mendorong penyelesaian sengketa dilakukan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap mempertimbangkan nilai sejarah yang ada.
“Kami berkunjung ke sini, untuk mengetahui lebih detail lagi terkait dengan sejarah kelenteng ini,” tuturnya.
