Cirebon (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman menyebut perekonomian Provinsi Jabar dalam satu tahun terakhir, menunjukkan perbaikan signifikan dengan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) mencapai 5,85 persen (year on year/yoy).
“Untuk LPE menembus 5,85 persen. Jabar bertumbuh dan tentu ini harus kita syukuri agar kita bekerja lebih rajin lagi,” kata Herman dalam keterangan yang diterima di Cirebon, Kamis.
Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jabar sebesar 5,85 persen tersebut, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 5,2 persen dan lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,39 persen.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kumulatif dari sejumlah variabel yakni belanja pemerintah (government spending), investasi, konsumsi masyarakat, serta kinerja ekspor dan impor.
Dari sisi investasi, kata dia, realisasi penanaman modal di Jabar dalam setahun terakhir menembus Rp296,8 triliun atau tertinggi di Indonesia.
“Investasi ini berkontribusi signifikan, kurang lebih di 30 persenan terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ia menyebutkan dari sektor perdagangan luar negeri, Jabar mencatatkan surplus sebesar 24 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor mencapai 34 miliar dolar AS dan impor sekitar 10 miliar dolar AS.
Herman mengemukakan kontribusi ekspor-impor, terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar diperkirakan sekitar 10 persen.
Selain itu, ia menyampaikan angka kemiskinan di Jabar mengalami penurunan dari 7,02 persen menjadi 6,78 persen dalam setahun terakhir.
Ia menilai data yang tercatat itu, bisa menjadi indikator membaiknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Jabar.
“Kami sampaikan bahwa angka kemiskinan turun satu tahun terakhir dari 7,02 persen ke 6,78 persen. Angka pengangguran turun dari 6,77 persen ke 6,66 persen,” katanya.
Dari sisi fiskal, kata Herman, Pemprov Jabar memiliki kapasitas APBD sebesar Rp32 triliun dan hampir seluruh anggaran tersebut dibelanjakan secara optimal.
Ia mengatakan belanja pemerintah tersebut memberikan kontribusi sekitar 10 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Jabar, ditambah optimalisasi belanja APBD kabupaten/kota yang totalnya mencapai Rp115 triliun.
“Tidak ada anggaran yang tidak termanfaatkan. Fungsi APBD adalah mendorong perekonomian daerah dan menyejahterakan masyarakat,” ucap dia.
