Bandung Barat (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pemulihan lingkungan serta perbaikan tata ruang harus menjadi prioritas utama pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
“Kami tegaskan pentingnya penguatan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga di tengah aktivitas pemanfaatan lahan,” kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di Bandung Barat, Senin.
Menteri LH menekankan penanganan bencana tidak boleh hanya bersifat darurat, melainkan harus berbasis kajian ilmiah yang komprehensif.
Oleh karena itu pihaknya akan segera menurunkan tim ahli lintas disiplin untuk mengevaluasi penyebab longsor, khususnya terkait perubahan fungsi lahan yang masif.
“Kami akan melibatkan para ahli untuk mengkaji penyebab utama longsor ini, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut, terutama yang berkaitan dengan tata ruang agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq.
Lebih lanjut ia mengungkapkan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Cisarua tercatat mengalami hujan selama empat hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata 68 milimeter per hari.
Meski menjadi pemicu, ia menyebut secara klimatologis angka tersebut tidak tergolong ekstrem jika dibandingkan dengan wilayah lain.
